Tips Investasi

Empat Hal yang akan Membantu Millennials Menentukan Investasi Pilihannya

“Orang kaya tidak bekerja untuk uang, tetapi orang kaya mempunyai uang yang bekerja untuk mereka”

Robert Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad)

1. Daya beli Anda sebenarnya menurun apabila Anda menyimpan uang dalam bentuk deposito di bank.

Berdasarkan sebuah laporan dari PT Bahana TCW Investment Management pada tahun 2016, selama 10 tahun terakhir bunga deposito rata-rata sebesar adalah 4.6% atau 59.2% dalam 10 tahun, sementara tingkat inflasi umum adalah 5.7% per tahun atau 76.4% dalam 10 tahun. Bahkan, khususnya sektor makanan, tingkat inflasi mencapai 9.0% per tahunnya atau 141.0% dalam 10 tahun.

2. Berinvestasi saham memberikan return yang jauh melampaui tingkat inflasi.

Pada laporan yang sama juga dipaparkan bahwa return kenaikan IHSG pada periode 2006 – 2016 adalah sebesar rata-rata 15.0% per tahun atau secara total 249.6%. Tentunya angka ini jauh di atas tingkat inflasi di Indonesia, sehingga berinvestasi di pasar saham Indonesia sangat menarik bagi kebanyakan investor.Namun, berinvestasi saham tidak mudah, banyak yang harus dipelajari dan tentunya Anda harus mengikuti perkembangan kondisi pasar terus menerus. Banyak investor yang masih kurang berpengalaman dan terburu-buru, sehingga berinvestasi saham dengan strategi yang salah atau bahkan tanpa strategi, akhirnya malah rugi, bahkan sampai kehilangan hampir seluruh uangnya.

Investasi saham memang sangat menarik dan berpotensi menghasilkan keuntungan yang luar biasa, namun karena membutuhkan usaha yang besar dan menyita waktu, tidak semua orang merasa investasi saham adalah pilihan yang tepat. Sebagian orang memilih menginvestasikan uang mereka pada properti. Investasi properti merupakan salah satu pilihan investasi yang sangat menjanjikan, karena jumlah tanah yang terbatas dan populasi di Indonesia yang terus meningkat, sehingga bisa dibilang harga properti akan selalu naik seiring berjalannya waktu.

3. Kenaikan harga properti pernah mencapai angka 20% per tahun selama 4 tahun berturut- turut.

Saat diwawancara tim detikFinance pada tahun 2017, Ali TranghAnda, selaku CEO Indonesia Property Watch, mengatakan bahwa rata-rata peningkatan harga properti adalah 8% – 10% per tahunnya. Bahkan angka tersebut sempat mencapai angka 20% pada tahun 2009 – 2012. Walaupun sekarang sudah kembali normal, namun peningkatan 6% dalam 2 tahun terakhir tentunya masih cukup untuk menopang daya beli para investor properti, apalagi dalam berinvestasi properti, selain mendapatkan untung dari jual beli properti, investor juga dapat memperoleh penghasilan tambahan dengan menyewakan propertinya.

Khususnya di kota-kota satelit di sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi, bisnis properti ini memang sangat menjanjikan. Developer-developer kelas kakap seperti Summarecon, Sinarmas, dan Lippo sedang berlomba-lomba membangun kota mandiri seperti Gading Serpong, Bumi Serpong Damai, atau Lippo Karawaci. Harga properti di daerah-daerah tersebut melonjak sangat pesat dalam 1 dekade terakhir karena gencarnya pembangunan infrastruktur dan fasilitas- fasilitas lainnya di daerah tersebut.

4. Fintech adalah masa depan keuangan di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran financial technology (fintech) di Indonesia dan perkembangannya yang sangat pesat berdampak positif dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Contohnya, sekarang masyarakat berpenghasilan rendah, yang tidak dapatmemperoleh pinjaman dari bank, dapat menggunakan layanan peer-to-peer lending untuk memperoleh modal usaha. Investor yang meminjamkan uangnya pun akan mendapatkan keuntungan berupa capital gain setelah periode tertentu.

Selain peer-to-peer, salah satu skema pada fintech yang sering Anda jumpai adalah crowdfunding. Crowdfunding, atau urunan, banyak digunakan untuk penggalangan dana dengan tujuan sosial. Lebih dari itu, crowdfunding juga merupakan salah satu pilihan investasi yang menarik, khususnya crowdfunding properti.

Mengapa crowdfunding properti menarik? Skema crowdfunding properti ini mampu mengatasi kekurangan yang ada pada investasi properti. Karena membutuhkan modal yang besar, tidak semua orang dapat berinvestasi pada properti. Dengan adanya skema crowdfunding, masyarakat dapat berinvestasi pada properti tanpa modal yang besar.

Itulah 4 hal yang perlu Anda ketahui untuk menentukan pilihan yang tepat dalam mempekerjakan uang Anda agar dapat menghasilkan lebih banyak uang. Selain 4 hal di atas, tentunya akan lebih baik apabila Anda meluangkan waktu Anda untuk memperluas pengetahuan terkait dunia investasi di Indonesia. Khususnya apabila Anda tertarik akan skema crowdfunding properti, klik di sini untuk menelusuri lebih dalam tentang skema crowdfunding properti pada InvesProperti.ID.

Selamat berinvestasi!

Millenial Ketahui Dulu, ini Keuntungan dan Risiko Investasi di Fintech.

Pasha, A. R.

Ngeri, Kenaikan Harga Rumah Lebih Tinggi Dari Inflasi.

Rachman, F. F.

Menakar Hasil Deposito 10 Tahun Terakhir.

Zuhra, W. U.